Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Jelajah Sumatra #4 – Touring Vespa 0 KM Indonesia Sabang

2 min read

Saya dan putra melanjutkan perjalanan pada pagi hari dari tebing tinggi menuju medan, menempuh jarak sekitar kurang lebih 2 jam, beberapa kali menemukan hujan lokal, kadang hujan dan kadang setelah berjalan beberapa kilometer cerah lagi, cuaca yang memang sedang tidak menentu saat itu.

Jalanan dari tebing tinggi menuju medan didominasi oleh pemukiman, mungkin karena menuju kota besar, tidak seperti biasanya didominasi oleh pemandangan hutan sawit.

Di medan kami mampir ditempat teman nya putra yakni bengkel vespa bonaro racing team, menginap semalam dan kamipun diajak keliling kota medan, tidak lupa menservis vespa dan mengganti dengan blok motor yang kebetulan saya bawa untuk cadangan.

oya untuk perjalanan kali ini saya sampai membawa blok cadangan untuk menghindari kerusakan, agar nantinya tidak bingung apabila blok sampai rusak masih ada blok cadangan.

Dari medan kami melanjutkan perjalanan menuju aceh, berangkat pada siang hari dan tiba diperbatasan Sumatra utara aceh pada puku 7 malam, saat itu suasana hujan yang tiada hentinya, kami memutuskan gas malam itu menuju langsa untuk mencari penginapan, dan tiba dilangsa sekitar pukul 10 malam.

Esok paginya kami melanjutkan perjalanan kembali, tiba di lhoksukon motor trouble yakni ngejim saat sedang kecepatan cukup tinggi, maklum jalanan aceh banyak trek lurus dan juga jalanan beraspal yang mulus.

Saya bingung ketika ngejim vespa tidak mau di engkol alias macet, pemikiranpun langsung tertuju pada seher atau piston yang pecah. Dipinggir jalan didaerah lhoksukon kamipun membongkar motor, untung saja waktu itu hari masih terang sekitar pukul 11 siang.

Betul saja ternyata ujung blok pada seher dan piston pun pecah, ah ada2 saja, hal ini bisa terjadi karena kekurangan oli samping atau memang blok cadangan yang saya tukar dimedan kurang bagus.

Untung saja masih ada blok bawaan motor ini, akhirnya kami bongkar dan tukar dengan blok bawaan, menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk memperbaiki trouble ini.

kami dijemput oleh rafdy dan singgah sebentar ditempat bang heri lhoksukon, dan setelahnya melanjutkan perjalanan menuju banda aceh.

Lagi-lagi putra mengajak saya untuk gas malam, dari lhoksumawe perjalanan malam kami mulai, saya sempat tidak yakin karena kalau gas malam kadang tidak kuat melawan rasa ngantuk, tapi putra tetap membujuk saya dan akhirnya kita setuju untuk gas malam.

Melewati bireun, sigli lalu masuk ke selawah, hutan gunung yang cukup Panjang dan juga minim penerangan, kami melewati daerah selawah ini sekitar pukul 12 malam, tidak banyak video yang saya ambil karena minimnya penerangan.

Tiba di Banda Aceh

sampai pada akhirnya kami tiba di banda aceh pada sekitar pukul 3 pagi , ah lega sekali rasanya apalagi ketika melihat langsung masjid baiturahman banda aceh, singgah di tempat teman putra bernama alfan sambil menunggu adzan subuh dan kamipun sholat berjamaah di masjid baiturahman.

Matahari telah terbit kembali, kami langsung gas menuju pelabuhan ulee lheue untuk menyebrang ke sabang, disabang kami bertemu dengan peturing vespa asal Lombok dan bandung yang juga menggunakan 1 vespa, yakni mang deni dan juga teh yuli, Bersama teman2nya dari aceh yakni arlan dan juga rian yang berasal dari sabang.

Singkat cerita mereka akan naik ke tugu 0 km sabang pada hari itu juga, namun tidak dengan kami, karena dari semalam belum tidur, akhirnya mencari penginapan terlebih dahulu untuk beristirahat lalau naik ke tugu 0 km sabang pada ke esokan harinya.

Saya mendengar berita kalau teman mang deni yakni arlan mengalami kecelakaan pada turunan menuju tugu 0 km, yang mengakibatkan kecelakaan tersebut karena rem vespa yang ia tunggangi blong, untung saja tidak terjadi hal yang parah kepada arlan dan motor vespanya pun hanya patah as roda depan.

Malam itupun kami bertemu kembali dan memutuskan untuk naik ke tugu 0km bareng, dan juga nanti sorenya turun bareng kembali ke aceh.

Pagi hari telah tiba kembali namun sepertinya cuaca kurang berpihak kepada kami, hujan rintik yang tiada hentinya memaksa kami harus tetap melanjutkan perjalanan karena mengejar penyebrangan kapal pada hari itu sekitar pukul 3 sore.

Dan alhamdulillah kamipun tiba di KM 0 Sabang titik barat ujung Indonesia,

Lihat postingan ini di Instagram

Setiap langkah perjalanan selalu dimulai dari Nol

Sebuah kiriman dibagikan oleh Rudi Nazar (@rudinazar) pada

kami tidak lama disini bisa dihitung hanya 10 menitan, lagian mau ngapain lama2 cukup mengabadikan momen dan menikmati setiap langkah perjalanan

Waktunya pulang kembali ke aceh dan mengejar kapal penyebrangan, alhamdulillah sore itu kami sudah tiba kembali di aceh dan singgah dikediaman arlan.

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.