Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Jelajah Suamtra #5 – Perjalanan Pulang dari 0KM Sabang

2 min read

Setelah tiba di kilometer 0 indonesia sabang, saya melanjutkan perjalanan pulang, akan tetapi mampir terlebih dahulu di tempat kediaman arlan, menginap selama 2 malam sambil membenarkan motor saya yang rusak akibat seal yang bocor saat itu.

Deni mengajak saya untuk pulang bareng karena rute yang kita tuju sama, akhirnya saya mengiyakan dan ternyata arlanpun ikut pulang menuju medan ketempat saudaranya.

Kamipun memulai perjalanan dengan 3 motor vespa dari aceh menuju medan,

perjalanan aceh medan

Tiba di medan kamipun berpisah dengan arlan dan putra, ya putra juga harus pulang duluan menuju jambi mengunakan bis karena kejar waktu untuk tes penerimaan pns.

Akhirnya kami tinggal bertiga melanjutkan perjalanan pulang dan berencana akan mampir ke tempat putra di jambi,

Dari medan kami mengarah ke tebing tinggi, dari tebing tinggi mengambil rute barat menuju siantar, di siantar kami mampir ke tempat temannya deni yakni awan dan menginap selama sehari semalam.

Di siantar saya meminang vespa yang ditawarkan oleh deni yakni vespa sprint tahun 73 yang sudah dalam keadaan kaleng dan dijual cukup terjangkau, akhirnya saya ambil vespa tersebut kemudian vespa yang saya bawa dikirim melalui bis menuju rumah.

Dan sayapun melanjutkan perjalanan pulang menggunakan vespa sprint tersebut, dari siantar perjalanan kami lanjutkan menuju danau toba, disini saya mulai berpikir kalau rute barat ternyata mempunyai pemandangan yang bagus tidak seperti lintas timur yang hanya disuguhkan pemandangan hutan sawit dan karet.

Tiba di danau toba kami menginap semalam sambil menikmati keindahan danau terbesar di Indonesia ini.
Setelahnya perjalanan kami lanjutkan melewati siborong-borong, tarutung, sipirok, padang sidempuan, dan panyambungan.

Di Panyambungan kami menginap semalam dan bertemu dengan teman deni yakni andi, dan setelahnya melanjutkan perjalanan menuju kota nopan, di kota nopan kami bertemu dengan lin dan disini juga saya menukar kepala atau stang sprint jenong dengan sprint bagol berbentuk bulat yang dijadikan becak, ya vespa sprint bagol di padangsidempuan dan kota novan banyak dijadikan sebagai transportasi umum yakni becak.

Melanjutkan perjalanan menuju bukittinggi pada malam hari, tidak banyak footage yang saya ambil karena hujan sepanjang jalan, padahal banyak kejadian yang cukup mengesankan seperti menemukan longsor, pohon tumbang, dan juga banjir saat tiba di bukittinggi.

Kami menikmati kota bukittinggi selama sehari semalam, lalu melanjutkan perjalanan menuju jambi, dari jalur barat Sumatra masuk ke jalur lintas tengah sumatra melewati sawahlunto dan bungo lalu kembali ke lintas timur menuju kota jambi.

Dan dijambi kami kembali bertemu Bersama putra dan menginap selama 2 hari 2 malam.

Melanjutkan perjalanan pulang dari jambi menuju Palembang, mungkin banyak yang bertanya kenapa kami tidak pulang melewati lintas tengah agar lebih cepat menuju lampung lalu tinggal kembali menyebrang menuju pulau jawa, tidak-tidak kami memang mempunyai rencana pulang dengan jalur yang berbeda.

Dari Palembang kami menyebrang menuju pulau bangka, dibangka tepatnya di muntok kami menginap selama 2 malam ditempat kediaman bang adi, berkeliling kota muntok dan mengunjungi tempat pengasingan soekarno di bukit menumbing, dan setelahnya melanjutkan perjalanan menuju kota bangka.

Tadinya kami akan melanjutkan perjalanan menuju Belitung berhubungan mendapatkan informasi kalau penyebrangan menuju Belitung cukup mahal, juga jadwalnya hanya ada seminggu dua kali, dan kami juga mengejar target kalau tahun baru sudah ada dirumah masing2, akhirnya harus mengurungkan niat menuju Belitung dan mencari kapal penyebrangan dari bangka menuju tj.priuk.

Dapatlah kami kapal penyebrangan menuju tj.priuk akan tetapi harganya cukup mahal, akhirnya untuk menghemat kami mengakali hal tersebut dengan menaikan vespa ke mobil truk yang juga akan menyebrang ke tj.priuk dan kami hanya membeli tiket untuk penumpang saja.

penyebrangan bangka - tj priuk

Menempuh perjalanan kapal selama 20 jam akhirnya kami tiba kembali dipulau jawa tepatnya di pelabuhan tanjung priuk Jakarta, lalu langsung gas pulang menuju kediaman saya di karawang, deni dan yuli saya ajak untuk mampir ke rumah dan menginap selama 2 hari, untuk selanjutnya mereka kembali melakukan perjalanan pulang.

Alhamdulillah tour Sumatra solo riding berhasil saya lakukan, saya ucapkan terimakasih kepada teman2 semua, baik yang di pulau jawa dan juga kawan dan keluarga baru dipulau Sumatra, semoga kita bisa berjumpa lagi, banyak sekali pelajaran yang saya ambil dari perjalanan kali ini, yang intinya selalu mengajarkan saya kalau kita berbuat baik kepada sesama pasti akan dipertemukan dengan orang yang baik juga, dan yang pastinya akan selalu dipermudah dalam urusan apapun diperjalanan.

Setiap pertemuan saya jarang mengcapkan perpisahan, hampir rata2 saya selalu bilang sampai jumpa kembali, karena perjalanan akan terus berlanjut jadi jangan sampai ada perpisahan.

Semoga kita nanti bertemu di perjalanan selanjutnya, salam adventure nazar adventure.

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.