Top

Perjalanan Menuju Negeri Diatas Awan Dieng – Part II

Pagi hari telah tiba, ketika mencoba membuka pintu, rasa dingin menghampiri saya yang belum terbiasa oleh cuaca disini, jaket dan sleeping bag pun rasanya tidak mau lepas dari tubuh ini.

bagi yang belum baca part I silahkan baca dulu disini : Perjalanan Menuju Negeri Diatas Awan Dieng – Part I

Memulai Explore Dieng

Sekitar pukul 9 pagi kami mulai siap2 untuk menikmati keindahan dieng, sebelumnya tentu kami mempersiapkan motor kembali, saya sempat kaget ketika melihat motor mengeluarkan oli yang cukup banyak, setelah diteliti ternyata oli tersebut berasal dari lubang knalpot, hal ini disebabkan karena oli samping yang saya gunakan terlalu banyak.

Prepare selesai kamipun mulai mengunjungi tempat wisata yang paling dekat dengan tempat penginapan yaitu kawah Sikidang

Tidak jauh keluar dari penginapan salah satu vespa seorang teman mengalami ban bocor, untung saja vespa mempunyai ban serep sehingga tidak merepotkan ketika mengalami bocor pada saat diperjalanan.

Menikmati Kawah Sikidang Dieng

Membeli tiket masuk dan parkir kendaraan, kamipun jalan2 menikmati keindahan kawah Sikidang,

Ada hal yang membuat saya risih sebenarnya, yaitu banyaknya properti photo yang kurang tertata dengan rapi sehingga menjadikan kawasan kawah Sikidang ini kurang terlihat begitu alami.

Puas menikmati kawah Sikidang kamipun istirahat sebentar disalah satu warung sambil menikmati jajanan khas dieng

Selesai istirahat dan sholat jumat, destinasi wisata kami lanjutkan mengunjungi bukit pandang ratapan angin, tetapi sebelum itu kami makan siang disalah satu warung makan tak jauh dari tempat penginapan.

Memasuki kawasan wisata menuju bukit pandang atau telaga warna, kami diwajibkan membeli tiket masuk kawasan tersebut, dan setelah sampai di bukit pandang pun kami harus membeli tiket untuk masuk kembali, entah saya juga tidak mengerti pengelolaan tempat wisata dieng saat ini rasanya terlalu banyak tiket masuk yang harus dibayar, yang pasti ketika ingin mengunjungi banyak kawasan wisata dieng, siapkan juga uang parkir kendaraan sekitar 2rb atau 3rb untuk satu motor.

Bukit Pandang Ratapan Angin

Dari Bukit pandang ratapan angin kita dapat melihat pemandangan danau yang mempunyai 2 warna atau disebut tagala warna yang juga disertai dengan pemandangan pegunungan yang sangat indah, tempat ini sangat sejuk dan memanjakan mata.

bukit pandang ratapan angin dieng

Puas berfoto dan menikmati keindahan bukit batu pandang ratapan angin, kami pun melanjutkan destinasi wisata selanjutnya yaitu menuju komplek candi arjuna.

Candi Arjuna Dieng

Candi Arjuna sendiri merupakan salah satu candi peninggalan agama hindu yang beraliran Syiwa. Candi ini juga diperkirakan merupakan candi Hindu pertama di Jawa, yang dibangun pada sekitar Abad ke-7 pada masa pemerintahan kerajaan Mataram Kuno.

Pemandangan bukit2 dan hamparan perkebunan teh terlihat dari kawasan candi ini,

Puas menikmati candi Arjuna, waktu menunjukan pukul 5 sore, menurut informasi semua kawasan wisata dieng tutup pada pukul 5 sore, akhirnya kamipun mau tidak mau harus kembali ke homestay, dan juga rasanya tubuh sudah lelah dan butuh istirahat.

Malam harinya saya tidur lebih awal karena badan sudah terasa pegal2 dan tentunya untuk persiapan melihat sunrise di bukit sikunir.

Sunrise Bukit Sikunir

Sekitar pukul 3 pagi alarm membangun kami yang sedang tertidur pulas, karena memang sudah niat ingin melihat sunrise, akhirnya mau tidak mau saya dan teman2 mulai bangkit dari tempat tidur dan siap2 menuju bukit sikunir

Rasanya mengggigil sekali ketika langkah pertama keluar dari homestay, untung saja double jaket dan double celana cukup membantu menghangatkan badan,

Saya sangat kaget sekali ketika hampir sampai dibukit sikunir, karena begitu banyaknya pengunjung yang mendatangi tempat ini sampai antrian masuk kendaraan pun cukup panjang.

Membeli tiket masuk dan memarkir kendaraan, kamipun mulai menaiki bukit sikunir yang cukup tinggi, akan tetapi tracknya sudah bagus karena berupa bebatuan yang disusun menjadi tangga.

Jalanan menuju bukit sikunir sangat padat dan di dominasi oleh para wisatawan dari berbagai daerah, begitu pula pada saat sampai dipuncak dan diareal bukit, kerumunan pengunjung memadati kawasan ini untuk melihat sunrise yang sangat terkenal di dieng.

Setelah menikmati sunrise, saya dan teman2 bergegas kembali menuju penginapan,

Istirahat sebentar, dan sarapan, kami semua bersiap2 untuk meninggalkan dieng dan pulang kembali ke rumah masing-masing.

Perjalanan Pulang

Sebelum melakukan perjalanan pulang, rasanya wajib sekali ketika touring menggunakan vespa harus prepare kendaraan dan cek segala kondisi mesin

Setelah prepare selesai kamipun melakukan perjalanan pulang pada sekitar pukul 12 siang setelah melakulan istirahat dan sholat.

Ketika berangkat, kami tiba di dieng pada malam hari, sehingga tidak terlihat pemandangan jalur yang dilewati, dan ketika perjalanan pulang, barulah jalur dan pemandangan tersebut mulai terlihat dan sangat bagus sekali, jalan menurun penuh kelokan, menjadikan kami harus extra hati2 melewati jalanan ini.

Tiba di Banjarnegara salah satu teman mengalami trouble pada motor, butuh waktu sekitar 20 menit untuk memperbaiki trouble tersebut dan perjalananpun dilanjutkan kembali melewati jalanan Pekalongan yang penuh kelokan dan pemandangan yang luar biasa indah.

pekalongan

Tiba di Pekalongan menuju pemalang saya dan teman2 beristirahat disebuah warung pinggir jalan, melihat kerumunan vespa, pemilik warung yang juga ternyata penggemar vespa mengeluarkan vespa miliknya yang sudah lama mati, dengan inisiatif, mekanik yang juga ikut touring mulai memperbaiki vespa tersebut, akan tetapi kerusakan vespa cukup parah sehingga tidak bisa menyala dalam waktu singkat.

Melanjutkan perjalanan pulang, membawa kami kembali menuju jalan pantura melalui Pemalang pada sekitar pukul 7 malam, dan perjalanan pun masih sangat jauh.

Sampai di brebes terjadi trouble yang cukup parah pada motor kawan yang bernama kitting, butuh waktu sekitar 2 jam untuk memperbaiki motor karena harus ganti blok.

Setelah selesai melakukan perbaikan, perjalanan dilanjutkan kembali dan kali ini giliran bang ijon yang trouble pada vespanya, bearing pada as roda belakang mengalami kerusakan dan mengakibatkan roda tidak bisa berputar, akhirnya kami melakukan perbaikan dan vespa bang ijon untuk saat itu tidak bisa digas cukup kencang sehingga harus gas dengan santai.

Waktu subuh sudah tiba kami semua tiba di cirebon menuju Indramayu, sesampainya di Indramayu motor bang kitting kembali trouble, dan trouble kali ini juga harus melakukan pergantian blok kembali karena mengalami seher yang bolong, untung saja teman2 membawa 2 blok cadangan dan semuanya terpakai di motor bang kititing.

Matahari sudah terbit kembali, perkiraan akan sampai subuh di karawang, ternyata tidak sesuai dengan rencana, ya namanya juga perjalanan selalu ada saja hambatan

Kami masih berada di Indramayu pada pagi hari itu, pada sampai waktu menunjukan sekitar pukul 8 pagi, saya dan teman2 melanjutkan perjalanan kembali menelusuri kembali panjangnya jalan Pantura

Hingga membawa saya sampai di Karawang pada pukul 11 siang, dan teman2 melanjutkan perjalanan mereka pulang menuju Tanggerang

Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan pada perjalanan kali ini, mulai tenang berharganya sebuah solidaritas dan juga betapa pentingnya tidak menggunakan ego ketika melakukan perjalanan bersama, apa jadinya kalau sebuah pertemanan tanpa adanya solidaritas yang tinggi, yang ada motor trouble di tengah jalan pun tidak akan dibantu sama sekali untuk diperbaiki dan hanya memprioritaskan kepentingan masing-masing, tetapi akan berbeda ketika terbentuk rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi, karena cara mengukur sebuah perjalanan bersama adalah teman bukanlah seberapa jauhnya jarak yang ditempuh.

Saya rudi nazar sampai jumpa diperjalanan saya selanjutnya, salam adventure Nazar Adventure

Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.