Top

Perjalanan Menuju Negeri Diatas Awan Dieng – Part I

Ketika saya sedang berada di depok untuk mengurus sebuah pekerjaan, seorang teman bernama Fadly atau biasa di panggil toya mengajak saya untuk touring menuju dieng bersama teman2 dari komunitas WWV (Warna-Warni Vespa), rencana pemberangkatan pada tanggal 14 agustus dan pulang tanggal 17 agustus 2019, tanpa pikir panjang sayapun mensetujui ajakan fadly.

9 Agustus 2019
Saya prepare vespa terlebih dahulu untuk sebelum memulai pemberangkatan, kami memilih bengkel terdekat dari sawangan depok, yaitu bengkel vespa bang ali

Kami berdua menservis vespa di bengkel bang ali, mulai dari ganti oli, kampas kopling, pengecekan rem dan membeli sparepart serta oli samping untuk persediaan ketika terjadi trouble

prepare pemberangkatan

10 Agustus 2019
Saya pulang dari depok menuju karawang untuk merayakan lebaran idul adha di rumah bersama keluarga, Berangkat pada malam hari melewati ramainya jakarta sampai bekasi dan tiba di karawang pada sekitar pukul 10 malam

Memulai Petualangan dari Karawang

14 Agustus sudah tiba
Sebelum pemberangkatan dimulai saya prepare kembali vespa, mulai dari membersihkan karbu dan mencek baut2 yang sudah mulai longgar, maklum namanya juga motor tua, perawatan nya pun berbeda, harus sering2 diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kawan2 dari warna warni vespa, memulai perjalanan mereka pada malam hari dari Tangerang, dan saya menunggu kedatangan mereka di Karawang, mengingat jalur yang akan dilalui adalah jalur utara, jadi mau tidak mau mereka pasti melewati karawang

Saling berkomunikasi saya mendapatkan kabar bahwa teman2 sudah sampai di karawang pada pukul 1 malam, dan mendapati mereka sudah berada di daerah kota, tanpa pikir panjang sayapun langsung gas menuju daerah kota karawang, dan menempuh perjalanan sekitar 15 menit, maklum kediaman saya masih berada di daerah kampung.

Bertemu dengan teman2 yang berjumlah 10 orang dan 10 Vespa, ditambah dengan saya sendiri, kamipun berangkat dengan 11 orang dan 11 motor vespa menuju dieng dari karawang.

Melewati jalanan pantura pada tengah malam menuju pagi, dan sekitar pukul 3 pagi kami beristirahat di daerah Pamanukan dan seraya mengisi perut yang sudah kosong.

touring vespa menuju dieng

Setelahnya perjalanan pun dilanjutkan kembali, menempuh jalanan pantura yang begitu panjang hingga akhirnya pagi haripun sudah tiba kembali, Bisa dipastikan satu malam itu semua peturing atau kami semua tidaklah tidur.

Memasuki Jalan Pantura

memasuki jalan pantura

Masih dijalan pantura sekitar pukul 10 pagi kami istirahat disebuah warung makan kecil pinggiran jalan Pantura untuk santap sarapan, terus terang saya sedikit kaget ketika membayar makanan diwarung ini, karena makanan yang di pesan sangat sedikit tetapi harus bayar cukup mahal dan tidak sesuai yang di pesan.

Maklum saja karena saya memang menghemat untuk setiap kali melakukan perjalanan, dan tidak pernah makan di restoran atau tempat makan yang terlihat mahal.

Perjalananpun saya lanjutkan kembali,melewati jalanan pantura yang seperti tidak ada habisnya

Sampai ditegal terjadi trouble yaitu tali rem putus pada vespa yang saya tunggangi, untung saja sebelum pemberangkatan saya sudah menyiapkan kabel rem cadangan, sehingga masalah ini bisa terselesaikan dengan cepat.

Dan perjalananpun dilanjutkan, terlihat teman2 yang posisinya berada didepan sudah menunggu sambil beristirahat, mulai terlihat muka2 ngantuk dan cape, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan kembali sekitar pukul 1 siang atau setelah istirahat sholat.

Sampai di Pekalongan akhirnya kamipun keluar dari jalan pantura, dan mengambil arah jalan menuju batang, cukup melegakan, karena jalur Pantura yang tracknya dominan lurus membuat saya dan beberapa teman mengantuk saat mengendarai vespa, hal ini tentu akan sangat berbahaya dan untuk mengatasi hal tersebut istirahat merupakan solusi paling ampuh untuk menghilangkan ngantuk.

Menempuh jalanan Pekalongan sekitar 2 jam, akhirnya kami tiba di batang, terlihat jalanan mulai berubah menjadi pegunungan dengan tracknya yang menanjak dan cuaca yang sudah terasa mulai dingin.

Jalanan dibatang menuju Wonosobo didominasi oleh pegunungan yang terus menanjak, pantas saja dieng kerap sekali disebut negeri diatas awan, ternyata untuk bisa sampai di dieng harus melewati jalanan dengan track yang terus menanjak di pegunungan, rasanya memang seperti kita berkendara menaiki langit karena melihat jalan yang tiada hentinya terus menanjak

Beberapa teman cukup kesulitan melewati jalanan ini, dan beberapa motor pun ada yang ngejim atau mati menadadak ketika menaiki tanjankan yang cukup terjal, keahlian berkendara serta performa mesin sangat dibutuhkan ketika melewati jalanan seperti ini

Akan tetapi dibalik sulitnya jalanan yang dilalui, hamparan pemandangan yang indah disertai suasana yang sejuk seolah-olah mengganti kan rasa lelah kami, hingga beberapa kali, kami menemukan spot yang bagus untuk foto, sekaligus untuk beristirahat seraya menikmati pemandangan di sekitar.

touring vespa dieng

Puluhan kilometer saya dan teman2 melewati jalanan pegunungan, hingga matahari mulai terbenam, kami semua masih berada di batang,

Melihat rute perjalanan, sekitar 2 jam lagi kami akan tiba di dieng, itu artinya saya dan teman2 masih akan melewati jalanan pegunungan pada malam hari ditambah semakin dingin nya suhu pada saat itu.

Tubuh rasanya menggigil pada saat mengendarai motor, sampai pada akhirnya sekitarnya pukul setengah delapan malam kami tiba di pom bensin dieng, di pom bensin ini pula rasanya badan seperti hampir beku, maklum saja untuk sampai disini saya dan teman2 harus gas motor cukup cepat karena track yang menanjak, ditambah angin malam dan kabut yang menghantam pada saat itu.

Setelah menunggu pemilik homestay yang menjemput kami di pom bensin, akhirnya kamipun beranjak menuju tempat penginapan, lega sekali rasanya, kami semua tiba di dieng pada pukul sekitar 8 malam

Malam itu kami semua beristirahat dan akan mengexplore dieng pada ke esokan harinya.

Bersambung ke Part II

Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.