Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Pengalaman Naik ke Kawah Ijen dan Melihat Blue Fire Sendirian

3 min read

Halo kawan, Rudi Nazar disini, pada post kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai Pengalaman Naik ke Kawah Ijen Sendirian, sebenarnya gak sendirian amet sih, karena banyak orang lain juga yang naik, oke kita mulai saja ceritanya.

Awal cerita saya bisa mampir ke kawah ijen karena sedang ada kerjaan di bali selama beberapa hari lumayan lah ya, tiket PP gratis dan dapet uang saku juga, akan tetapi saya tidak mengambil tiket untuk pulang, lebih memilih menerima uang nya saja, jadi bisa sambil mampir ke Banyuwangi.

Mengintip Indahnya Kawah Ijen dan Blue Fire

Di Banyuwangi saya mampir ke rumah seorang kawan yakni Mas Dio, dia sempat berkerja lama di Karawang, namun karena sekarang sudah berumah tangga jadi ia pulang kembali ka kampung halaman nya di Banyuwangi, mampirlah saya ke rumah dia dan menginap selama beberapa hari untuk mengexplore pariwisata banyuwangi.

Singkat cerita ia tidak bisa mengantar saya menuju kawah ijen akhirnya saya memberanikan diri untuk jalan sendiri menuju ijen, tentunya dengan bertanya terlebih dahulu kepada warga setempat mengenai kondisi dan trek yang akan dilalui.

Memulai Perjalanan

Mulailah saya berangkat menuju ijen sekitar pukul 8 malam sehabis sholat isya menggunakan vespa super milik mas dio, mengisi bensin sampai full karena menurut informasi disana kalau malem tukang bensin pada tutup, yaiyalah namanya juga udah malem ya kan.

Menempuh perjalanan sekitar dua jam dari muncar menuju ijen, diperjalanan menuju tempat ijen ada pos yang dimana kita harus membayar 5rb untuk satu motor, tenang ada bukti bayarnya juga kok, jadi ini jelas bukan pungli, tiket tersebut sebagai bukti kita memasuki daerah wisata ijen.

Dari pos pintu masuk ternyata jalanan semakin menanjak dan juga sangat sepi dan gelap, tidak ada lampu jalan, hanya mengandalkan dari penerangan lampu vespa yang kadang redup dan terang, dan juga mengandalkan dari terangnya rembulan saat ini.

Saya mulai was-was mengingat waktu itu sudah pukul 10 malam lebih, akhirnya saya putar balik dan menunggu di sebuah warung di pinggir jalan, untungnya warung ini rama oleh warga sekitar, saya pun ngobrol ngalor ngidul dan menanyakan kapan pintu pendakian ijen dibuka, penghuni warung memberitahu kalo jam 1 dini hari jalur pendakian sudah dibuka.

Satu jam kemudian saya bertemu dengan seseorang yang akan melewati pintu masuk ke ijen, orang tersebut membawa mobil pick up mungkin mau pergi ke pasar atau sudah mengambil barang, saya menawarkan bisa enggak ke atas bareng mengingat lampu motor yang saya gunakan kurangterang.

Allhamdulillah supir pickup tersebutpun mau, dan akhirnya saya gas menuju pintu masuk ijen ditemani oleh mobil pick up dari belakang, jalanan ini ternyata sungguh luar biasa, menanjak dan juga sangat gelap, gak kebayang kalo saat itu saya lanjut terus naik ke atas 🙁

Tiba di Pintu Masuk Ijen

Sekitar 30 menit dijalan saya tiba di parkiran motor atau rest area yang banyak warung, cuaca disini sangat dingin sekali untung saja banyak api unggun yang dibuat oleh pemilik warung, jadi bisa untuk menghangatkan badan.

Beberapa jam berlalu sampai hampir jam 1 dini hari ternyata mulai banyak wisatawan berdatangan dan ternyata didominasi oleh turis asing dari mancanegara, berhubungan saya sendiri dan sedang duduk diwarung, tiba-tiba ada 2 orang yang memperkenalkan diri yang juga akan naik ke atas untuk melihat blue fire dan kawah ijen.

Kedua orang tersebut mengajak saya untuk mendaki bareng menuju ijen, tanpa pikir panjang saya pun mengiyakan ajakan mereka.

Memulai Pendakian ke Kawah Ijen

Setelah pintu pendakian dibuka jangan lupa membeli tiket masuk terlebih dahulu sebesar 15ribu, Memulai pendakian menuju kawah ijen trek yang kami lewati sangat gelap yak maklum saja jam 1 dini hari, untung saja banyak rombongan turis yang naik juga ke ijen, mereka menyewa tour guide lokal, dan kita hanya mengikutinya saja dari belakang 😀

Serius, pendakian menuju kawah ijen waktu itu sangat ramai sekali, padahal sedang weekday apalagi kalo weekend ya. Oya sebelum pendakian pastikan kamu sedia senter penerangan karena trek yang dilalui benar-benar gelap.

Pendakian kawah ijen memakan waktu sekitar 3 jam kalo santai, tiba lah saya di puncak kawah ijen, akan tetapi untuk mlihat blue fire kita harus turun lagi kebawah dan cukup curam, disini sebenarnya sangat butuh guide karena jalannya banyak cabang, untuk mengakali hal tersebut saya mengikuti banyak orang lewat saja.

Oya hampir lupa sebelum melihat blue fire pastikan kamu menyewa masker terlebih dahulu ini sangat penting sekali kalo enggak bisa-bisa kamu keracunan belerang, saya sewa masker ketika sudah sampai dipuncak biasanya nanti ada bapak-bapak yang bawa tas menawarkan sewa masker sekarga 25.000.

Beruntung waktu saya kesini blue firenya lagi ada jadi gak sia-sia, karena menurut informasi blue fire ini kadang muncul kadang juga enggak, sedikit informasi blue fire atau api biru sendiri merupakan fenomena langka yang hanya ada 2 didunia, pertama di islandia, eropa, dan yang kedua berada di kawah ijen, banyuwangi, jawa timur.

Puas menikmati blue fire sayapun naik kembali ke puncak kawah ijen, waktu itu sekitar pukul 4 subuh, sambil istrahat menikmati sunrise tiba, dan mataharipun mulai menyinari indahnya kawah ijen.

Puas menikmati kawah ijen, saya pun turun kembali menuju parkiran, perjalanan turun ternyata lebih mengerikan, karena jalanan licin oleh pasir dan juga banyak sekali debu berterbangan, saya baru sadar ternyata pada saat naik juga banyak sekali debu namun karena gelap jadi tidak terlihat.

Sekian mengenai sharing kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk anda yang ingin pergi ke kawah ijen, salam adventure – Nazar Adventure. Video pendakian nya ada dibawah ya..

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.