Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Jelajah Sumatra #3 – Perjalanan Pekanbaru – Medan

1 min read

Dari pekanbaru riau, saya pamit kepada pahri untuk melanjutkan perjalanan menuju kisaran dan medan, melihat maps jarak dari pekanbaru menuju medan cukup jauh, oleh karena itu saya berangkat sepagi mungkin agar tidak kemalaman di jalan.

Baru pamit dan berjalan sekitar 100 meter motor tiba2 mati, ah ternyata habis bensin, untung saja pom bensin persis berada 20 meter di depan, jadi saya dorong tidak terlalu jauh.

Perjalanan dari pekanbaru menuju kisaran saya mulai, seperti biasa melewati hutan sawit yang sangat Panjang dan juga hutan karet khas jalanan lintas timur Sumatra.

Dibeberapa titik jalan saya sering menemukan pembangunan tol lintas Sumatra dan juga pipa minyak sepanjang jalan setelah keluar dari pekanbaru.

Susana Jalanan cukup sepi didominasi oleh kendaraan besar dan juga mobil pribadi, ditengah perjalanan saya menemukan kecelakaan bis yang menabrak pembatas jalan pada tikungan, menandakan harus lebih extra hati-hati saat melewati jalanan ini.

Jalanan lintas timur terbilang cukup membosankan, karena pemandangan sekitar jalan hanya hutan sawit yang luas dan kadang tidak ada pemandangan sedikitpun, tapi saya tetap menikmati perjalanan sampai pada akhirnya tiba di daerah duri.

Hujan turun sangat deras waktu itu, sampai jas hujan yang saya gunakanpun tembus, cuaca yang cukup gelap karena berawan tebal dan juga sesekali ada petir saya tetap melanjutkan perjalanan karena waktu menuju sore masih lama
Hingga akhirnya melewati perbatasan riau dan masuk ke Sumatra utara pada sekitar pukul 4 sore, hujan berhenti dan masih melewati hutan sawit yang sangat Panjang,

Hujan yang tiada hentinya membuat saya mulai drop, tiba di labusel sekitar pukul 5 sore saya langsung mencari penginapan karena rasanya sudah tidak tahan ingin beristirahat.

Pagi hari telah tiba kembali, saya dijemput oleh tommy seorang bikers asal labusel untuk berbincang sebentar sambil sarapan, dan setelahnya perjalanan saya lanjutkan menuju kisaran untuk bertemu seorang kawan.

Dibeberapa titik saya menemukan check point atau polisi sedang rajia, tapi tidak satupun yang memberhentikan, padahal saya sudah siap mengeluarkan STNK dan SIM, oya walaupun vespa merupakan kendaraan tua alangkah baiknya tetap mengikuti peraturan dengan menggunakan spion, menyalakan lampu, dan tentunya membayar pajak kendaraan, agar setiap perjalanan kita merasa nyaman.

Tiba di kisaran saya mampir ke tempatnya mas eko atau biasa dipanggil bang j, kami sudah lama kenal melalui social media, motor yang saya gunakan juga hasil beli dari dia, dan sekarang motor itu kembali lagi datang ke tempat asal pembeliannya.

Menginap satu malam di kisaran, kawan saya putra dari jambi menyusul ke kisaran menggunakan bis untuk ikut menemani perjalanan saya, dia bilang kasian saya sendiri takut galau di jalan, ah ada2 saja emang.

Melanjutkan perjalanan pada malam hari dari kisaran menuju medan,tadinya saya tetap pada prinsip untuk tidak gas malam, berhubungan putra sudah tau trek dan dia bilang aman, sayapun berani untuk gas malam.

Tiba di tebing tinggi, kami bertemu seorang rider bernama kamal, berhubung waktu sudah terlalu malam kamipun memutuskan untuk menginap dan melanjutkan perjalanan pada esok harinya menuju kota medan.

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.