Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Jelajah Sumatra #1 – Melewati Lampung yang Rawan Akan Begal

1 min read

Hai kawan disini Rudi Nazar, pada kesempatan kali ini saya melakukan solo touring dari kediaman saya di karawang menjelajah pulau sumatra dari lampung hingga ke aceh, simak bagaimana serunya perjalanan Nazar Adventure – Jelajah Sumatra.

Memulai perjalanan dari karawang, melewati Bekasi dengan tujuan pelabuhan tj. Priuk untuk menyebrang ke lampung,
Tiba di pelabuhan tj.priuk pada siang hari, ternyata waktu itu tidak ada penyebrangan menuju lampung dengan alasan kapal sedang di service, oleh karena itu saya menunggu hingga keesokan harinya dirumah seorang kawan di daerah sumarecon Bekasi.

Hingga hari esok telah tiba saya kembali menuju pelabuhan tj. Priuk dan membeli tiket penyebrangan menuju pelabuhan Panjang, bandar lampung.

Kapal penyebrangan ini sangat besar, harga tiket pun cukup terjangkau hanya 120rb untuk 1 orang dan 1 motor, penyebrangan memakan waktu sekitar 14 jam tergantung kapal yang dipakai, jangan lupa bawa persediaan makanan selama penyebrangan.

Tiba dibandar lampung saya menginap semalam di kediaman seorang kawan bernama romi dan melanjutkan perjalanan esok paginya menuju pelambang,

Pagi hari tiba kembali, saya bergegas untuk memulai perjalanan dari kota bandar lampung menuju Palembang, romi mengerahkan saya untuk mengambil jalur menuju kotabumi terlebih dahulu agar bertemu seorang kawan vespa juga.

Namun tanpa disangaka ketika keluar bandar lampung, hape saya tiba2 mati akhirnya saya memilih jalur timur agar lebih cepat menuju Palembang.

Tanpa disangka ternyata jalur Sumatra lintas timur terbilang cukup rawan oleh tindakan kriminal, tapi waktu itu saya mana tau asal lewat saja.

Melewati daerah lampung tengah, kemudian masuk tulang bawang dan Mesuji
Ketika tiba di mesuji jalanan mulai rusak, terlihat jalanan cor yang sudah mulai belah, sesekali saya cek spion tidak ada kendaraan satupun di belakang, sampai pada akhirnya tiba2 saya dikagetkan oleh 2 motor dengan masing2 2 orang yang ingin memberhentikan saya di daerah Mesuji, mereka berteriak sambil melambaikan tangan sebagai isyarat berhenti.

Alhamdulillah allah masih melindungi saya, pada saat itu saya menoleh dengan posisi action cam menempel pada helm, tiba-tiba mereka langsung mundur dan berhenti mengejar.

Rasanya kaget bukan main, sepanjang jalan menuju Palembang penuh kekhawatiran bercampur dengan rasa was-was dan takut dikejar kembali, sayang waktu kejadian action cam sedang dalam kondisi mati sehingga tidak terekam.

Jalanan lintas timur terbilang cukup sepi, ditambah sekarang sudah dibuka jalan tol lintas Sumatra menuju Palembang, sehingga memungkinkan lebih sepi lagi karena sebagian mobil pasti masuk tol.

Kriminal didaerah ini memang sudah terkenal dikalangan peturing baik itu baiker ataupun vespa, oleh karena itu selalu waspada dan pastikan hanya jalan ketika siang hari, dan tentunya harus terus waspada dan berdoa karena kejahatan tidak mengenal waktu siang ataupun malam.

Tiba di indralaya sekitar 2 jam lagi menuju kota Palembang, daerah ini diguyur hujan cukup deras, sampai pada akhirnya tiba di Palembang sekitar pukul setengah 6 sore, rasa lega campur senangpun muncul ketika tiba di kota Palembang.

touring vespa ke palembang

Segera saya cari penginapan, dan menemui seorang kawan bernama mas ridwan, saya pun diajak keliling oleh beliau menikmati indahnya kota palembang.

Simak perjalanan lebih jelasnya dibawah ini :

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.