Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Berkunjung ke Bukit Menumbing Tempat Pengasingan Presiden Soekarno

1 min read

Halo semuanya, Rudi Nazar disini, dan masih dalam episode touring keliling sumatra, saat melakukan perjalanan pulang melalui lintas barat sumatra saya mengambil rute untuk kembali ke lintas timur menuju jambi, dikarenakan akan mampir ke seorang teman di Jambi.

Setelah itu lanjut kembali ke palembang, saya tidak kembali melintas lampung karena cukup parno ketika awal berangkat menuju lampung hampir kena begal, akhirnya memutuskan untuk menyebrang menuju pulau bangka, lalu akan menyebrang kembali dari bangka menuju pelabuhan tj.priuk jakarta.

Mengunjungi Pengasingan Presiden Soekarno

Sayapun melalukan penyebrangan dari palembang menuju bangka lebih tepatnya di muntok, memakan waktu sekitar 2 jam di kapal, ombak saat melakukan penyebrangan saat itu cukup tinggi membuat saya dan kedua teman hampir mabok laut dikarenakan badan yang sudah lelah ditambah ombak saat menaiki kapal cukup tinggi.

penyebrangan palembang ke bangka

Akhirnya kami tiba di muntok pada sekitar pukul 7 malam, dijemput oleh seorang kawan dan menginap di rumah bang Adi, seorang penggemar vespa juga yang tinggal di Muntok, bang Adi mengajak kami berkeliling muntok, dari mengunjungi pasar muntok dan menikmati durian khas muntok yang sangat lejat.

Lalu kemudian mengajak kami menuju tempat bersejarah yakni bukit menumbing atau biasa disebut Pesanggrahan Menumbing tempat dimana presiden soekarno diasingkan, seperti namanya bukit menumbing terletak di Gunung Menumbing yang cukup tinggi.

Kami pergi menuju bukit menumbing ini menggunakan mobil, membeli tiket masuk sekitar 5ribu perorang, kamipun menunggu diparkiran sebelum naik keatas, dikarenakan jalanan menuju ke atas cukup curam dan hanya bisa digunakan 1 jalur, jadi harus bergantian dengan yang mau naik ataupun yang akan turun.

Menunggu sekitar 20 menit, kamipun diijinkan untuk naik ke bukit menumbing, jalanan menuju puncak menumbing cukup terjal dibutuhkan keahlian mengemudi yang cukup handal dan juga performa mesin yang baik.

Sekitar 15 menit dalam perjalanan munuju puncak bukit menumbing kamipun tiba di tempat pengasingan soekarno, menurut informasi Presiden Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. Ag. Pringgodigdo, Komodor Surya Darma dan Mr. Assa’at diasingkan di tempat ini sejak tanggal 22 Desember 1948 hingga 7 Juli 1949.

Tempat ini sangat indah sekali, sayang pada saat kami datang cuaca sedang mendung jadi view lautan tertutup oleh kabut yang cukup tebal, dan cuaca yang cukup dingin menyelimuti tempat ini, jangan lupa abadikan momen di tugu yang bertuliskan Pesanggrahan Menumbing.

Memasuki areal gedung disini kita tidak boleh membawa masuk makanan dan minuman dan juga dilarang menggunakan alas kaki, trdapat sejarah mengenai tempat ini dan juga terdapat mobil dengan plat nomor BN.10 dimana menurut informasi mobil ini bekas operasional presiden soekarno kala itu, juga terdapat kamar dan tempat tidur presiden soekarno.

pengasingan soekarno di bangka

mobil bn 10

kamar soekarno di muntok

Menaiki anak tangga di gedung ini, membawa kami pada atap gedung dan terlihat view yang sanggat bagus, namun sayang dikarenakan kabut semakin tebal jadi view nya kurang terlihat bagus.

bukit menumbing

Didaerah ini terdapat juga gua jepang, akan tetapi jika kita ingin melihatnya harus turun kebawah lagi, dimana jalan tersebut masih tanah dan juga pada saat itu sedang turun hujan, jadi sangat tidak memungkinkan untuk dikunjungi.

Sedikit informasi menurut penduduk setempat tempat ini mempunyai mistis yang begitu kental, jadi apabila kamu mengunjungi pesanggrahan menumbing pastikan bersikap sopan dan juga jangan berkata yang sompral atau berkata jorok, hormati adat istiadat setempat.

Sekian mengenai informasi Berkunjung ke Bukit Menumbing Tempat Pengasingan Presiden Soekarno semoga dapat menjadi tempat referensi yang akan kamu kunjungi ketika mampir ke bangka, Salam Adventure – Nazar Adventure.

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.